Pada hari Rabu tanggal 11 Februari 2009, StrabelCat Breeder! dikaruniai keluarga baru dengan lahirnya TIGA anakan KUCING PERSIA : Choco, Blecko dan Blanko hasil pemacakan Junior dengan pejantan Persia pignose/pedigree berwarna red & white dari Princess Persia Breeders.
Puji syukur kehadirat Illahi dan ucapan terimakasih kami sampaikan pada para peternak Princess Persia Breeders yang telah dengan susah payah mengubah perilaku Junior yang liar, galak dan sukar didekati* hingga pada akhirnya menjadi seekor induk betina yang baik dan bertanggung jawab membesarkan KETIGA anak dari kelahiran pertamanya. (*NOTE: gejala kurang sosialisasi atau pengalaman psikis buruk/trauma pada masa kecilnya)
Junior adalah keturunan campuran antara ras KUCING PERSIA dengan HIMALAYA, berwarna grey smoke, berbulu tebal dan panjang (long hair) dan tidak pesek. Tubuhnya sedikit lebih panjang bila dibandingkan dengan proporsi tubuh KUCING PERSIA, memiliki kemampuan memanjat, meyukai ketinggian* dan relatif lebih aktif bergerak (*NOTE: perilaku khas ras HIMALAYA). Dari pemacakannya dengan ras KUCING PERSIA murni (pignose, pedigree) milik Princess Persia Breeders, diperoleh TIGA anakan 'KUCING PERSIA' - dalam pengertian long hair dan proporsi tubuh, berotot kuat, tangkas dan lincah bergerak, sedangkan hidungnya tidak terlalu pesek hingga secara keseluruhan mirip dengan KUCING PERSIA TRADISIONAL ('Clasics'/'Doll-face' Persian) yang dikenal lebih aktif, komunikatif, sehat dan berpenampilan lebih natural
Choco (Black tortie) Lahir jam 16:00, betina, medium nose, sehat, lincah dan aktif, berwajah lucu, senang bermain, lahir paling kecil tapi berhasil mengejar ketinggalan bahkan disapih paling awal
Bleck0 (Solid black) Lahir jam 18:25, jantan, medium nose, sehat, paling lincah/aktif, pintar, tangkas, berani, penuh energi
Blanko (Calico) Lahir jam 19:00, betina, medium nose, sehat, relatif paling 'tenang', berwajah manis, sering mengalah tapi paling banyak makan, gemuk sejak lahir
Junior - sang induk betinapada usia 1.5 tahun (lahir NOPEMBER 2007) Setelah melalui masa perawatan intensif sejak kelahirannya tanggal 11 Februari 2009 yang lalu, saat ini KETIGA anakan Junior telah memasuki usia yang TEPAT untuk kami perkenalkan sebagai sahabat, tempat berbagi kesenangan dan kebahagiaan dengan Anda, pencinta KUCING PERSIA ! Salam. KUCING PERSIAStrabelCat Breeder!http://strabel.webs.com
KUCING PERSIAStrabelCat Breeder!http://strabel.webs.com
Pada bulan Mei 2008, Strabel Cat Breeder memiliki anggota keluarga baru yaitu Junior - kucing persia betina berusia 7 bulan, medium-nose, non-pedigreed dengan keturunan himalayan dari grandparentnya. Pintar, tangkas, aktif dan memiliki naluri yang tajam. Bulunya tidak terlalu panjang, medium longhair, tapi halus. Setelah lebih kurang 2 minggu di tempat kami, Junior mendapatkan vaksinasi 'tricat', obat cacing, tricat-booster dan pemeriksaan oleh dokter hewan, sesuai standard perawatan Strabel Cat Breeder. Vaksinasi rabies, baru akan diberikan setelah usia Junior mencapai 1 tahun, bulan Nopember nanti. Masa adaptasi Junior dengan rumah baru membutuhkan waktu cukup lama. Tidak mudah bagi Junior untuk merasa aman. Selalu marah dan bersikap waspada. Sering 'menghilang' ditempat-tempat tersembunyi, bahkan naik hingga ke atap rumah. Kasihan...! tapi juga merepotkan karena Junior selalu merasa ketakutan walaupun sebetulnya kami semua menyenanginya. Keadaan seperti ini berlangsung lebih kurang 2 bulan hingga suatu ketika Junior menunjukkan gejala birahi - suara yang 'berat', sering menjilat-jilat/membersihkan tubuh, berguling-guling, mengangkat bagian belakang tubuhnya bila dipegang, dll. Pada saat itu Junior sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan rumah walaupun masih bersikap waspada apabila berdekatan dengan kucing lain. Dengan usianya yang baru menginjak 9 bulan sebenarnya Junior kami anggap belum cukup dewasa untuk dikawinkan, tetapi karena terus menerus menunjukkan gejala birahi dan mengeluarkan suara 'berat' - terutama malam hari, pada hari ke-3 birahinya terpaksa Junior kami bawa ke tempat pemacakan. Sayang sekali ditempat pemacakkan, Junior kembali mendapatkan kesulitan untuk beradaptasi. Butuh waktu 5 hari baginya untuk merasa aman ditempat baru dan hingga hari ke-7 ternyata tetap tidak dapat dikawinkan karena gejala birahinya sama sekali tidak tampak. Dengan sangat terpaksa, pada hari ke-8 Junior kami bawa pulangWalaupun pemacakkannya yang pertama tidak berhasil, akan tetapi pengalaman sosial yang dialami Junior kami anggap sangat baik. Kami mengganggap memang sudah selayaknya pemacakkan belum berhasil karena pada usia 10 bulan ini ternyata Junior masih senang bermain, mengejar daun yang beterbangan, mengamati cicak di dinding, berlarian dan bermanja-manja dengan kami.Terimakasih atas perawatan dan perlakuan yang telah diberikan kepada Junior selama 7 hari di tempat pemacakan. Salam.
PEMERIKSAAN TOXOPLASMA
Berikut ini adalah artikel penting mengenai penyakit toxoplasma yang sering dibicarakan orang. Artikel asli diunduh dari situs www.kucingkita.com dan ditulis kembali secara ringkas, sekedar untuk pengetahuan bagi Anda - pencinta kucing persia pignose, yang barangkali membutuhkan.
Pada umumnya infeksi toxoplasma tidak menunjukkan gejala khas/spesifik, sehingga sering kali terabaikan apabila tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium.Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah :a. pemeriksaan parasit secara langsung,b. pemeriksaan antibodi spesifik toxoplasma : IgG, IgM dan IgG affinity
IgM adalah antibodi yang pertama kali meningkat dalam darah bila terjadi infeksi toxoplasma. IgG adalah antibodi yang muncul setelah IgM dan biasanya akan menetap seumur hidup pada orang yang terinfeksi atau pernah terinfeksi. Sedangkan IgG affinity adalah kekuatan ikatan antara antibody IgG dengan organisme penyebab infeksi - digunakan untuk memperkirakan waktu terjadinya infeksi, apakah sebelum atau pada saat hamil. Infeksi yang terjadi sebelum kehamilan tidak perlu dirisaukan, hanya infeksi primer yang terjadi pada saat ibu hamil (khususnya pada 6 bulan pertama kehamilan) yang membahayakan janin.
Dokter perlu menetapkan saat yang tepat untuk melakukan pemeriksaan toxoplasma dalam mempersiapkan kehamilan, yaitu dengan tes IgG sebelum hamil, tes IgG dan IgM toxoplasma pada kehamilan yang sedini mungkin dan pemantauan setiap 3 bulan pada sisa waktu kehamilan bila hasil keduanya negatif.
Interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium :
a. bila IgG (-) dan IgM (+)Kasus ini jarang terjadi, kemungkinan merupakan awal infeksi. Harus diperiksa kembali 3 minggu kemudian dilihat apakah IgG berubah jadi (+).Bila tidak berubah, maka IgM tidak spesifik, yang bersangkutan tidak terinfeksi toxoplasma.
b. bila IgG (-) dan IgM (-)Belum pernah terinfeksi dan beresiko untuk terinfeksi.Bila sedang hamil, perlu dipantau setiap 3 bulan pada sisa kehamilan (dokter mengetahui kondisi dan kebutuhan pemeriksaan anda). Hindari sumber infeksi, lakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi infeksi.
c. bila IgG (+) dan IgM (+)Kemungkinan mengalami infeksi primer baru atau mungkin juga infeksi lampau tapi IgM nya masih terdeteksi (persisten/lambat hilang).Oleh sebab itu perlu dilakukan tes IgG affinity langsung pada serum yang sama untuk memperkirakan kapan infeksi terjadi, apakah sebelum atau sesudah hamil.
d. bila IgG (+) dan IgM (-)Pernah terinfeksi sebelumnya. Bila pemeriksaan dilakukan pada awal kehamilan, berarti infeksi terjadi pada waktu lampau (sebelum hamil) dan sekarang telah memiliki kekebalan, untuk selanjutnya tidak perlu diperiksa lagi.
Dengan deteksi sedini mungkin dokter dapat segera melakukan tindakan pengobatan yang diperlukan.
Demikianlah kutipan artikel yang - sekali lagi, diunduh dari situs www.kucingkita.com. Mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam meringkas artikel aslinya. Selain mengenai toksoplasma, masih banyak artikel menarik lain mengenai kucing persia pignose, pedigree, anakan (kitten), dewasa (adult), dijual (adopsi), agenda lomba, dll., yang tentunya akan dapat Anda peroleh dengan lebih baik apabila Anda mengunjungi situsnya, Silahkan...!
Salam.